Minggu, 20 September 2026

Literasi Keuangan Digital 500 Mahasiswa Batam Diperkuat OJK

Literasi Keuangan Digital 500 Mahasiswa Batam Diperkuat OJK
mahasiswa mengikuti penguatan literasi keuangan digital yang digelar OJK di Politeknik Negeri Batam.

TEROPONGBISNIS.ID — Kegiatan yang berlangsung di Politeknik Negeri Batam ini menjadi rangkaian Forum Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah melalui Pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK). Forum itu mempertemukan OJK, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, perbankan daerah, asosiasi industri, hingga akademisi.

Risiko di Balik Lonjakan Transaksi Kripto dan Fintech

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan generasi muda berada di momen penting transformasi digital. Namun, ia mengingatkan bahwa euforia terhadap kemudahan bertransaksi kerap menutup mata akan bahaya laten seperti fluktuasi harga, kebocoran data, hingga potensi penipuan.

“Yang kita butuhkan adalah memastikan partisipasi itu dilandasi pemahaman yang kuat, bukan sekadar ikut arus,” ujar Adi dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (2/9/2026).

Baca Juga

Penyitaan di Mumbai: 1,41 Miliar Produk Pepsi dan Nestle Kedaluwarsa Palsu

Faktor psikologis seperti Fear of Missing Out (FOMO) juga disorot sebagai pemicu utama keputusan finansial yang tidak rasional. OJK menilai, keputusan berinvestasi seharusnya lahir dari pemahaman mekanisme produk, bukan tekanan sosial sesaat.

Berapa Besar Ekosistem Keuangan Digital Indonesia?

Data OJK hingga Juli 2026 mencatat 16 Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) yang melayani lebih dari 19 juta pengguna dengan total nilai transaksi Rp15,35 triliun. Di segmen pemeringkat kredit alternatif (PKA), terdapat delapan penyelenggara yang telah memproses 184 juta hit dengan total aset mencapai Rp564 miliar.

Sektor aset kripto bahkan lebih agresif. Jumlah akun konsumen kripto di Indonesia tembus 22,93 juta akun, dengan nilai transaksi sepanjang 2026 mencapai Rp171,12 triliun.

Materi yang Dipaparkan ke Mahasiswa

OJK menekankan pentingnya hanya bertransaksi di platform legal dan berizin. Panel diskusi bertajuk “Mengenal Ekosistem ITSK, Kripto, Tokenisasi RWA, dan Stablecoin” menghadirkan Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Lutfi Alkatiri, Direktur Eksekutif Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) Kirana Soehaimi, serta Riza Mauly Kristanto dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).

Kegiatan ini merupakan wujud konkret OJK dalam mencetak pengguna sekaligus talenta kompeten di bidang ekonomi digital. Dengan bekal ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor yang turut mengawal pertumbuhan ekosistem keuangan digital di daerahnya masing-masing.

Redaksi

Redaksi

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

Duel Fisik dan Bola Mati Bikin Chelsea Takluk 0-3 di Brentford

Duel Fisik dan Bola Mati Bikin Chelsea Takluk 0-3 di Brentford

KAI Commuter Kembali Operasikan 1.065 Perjalanan Harian Lintas Bogor

KAI Commuter Kembali Operasikan 1.065 Perjalanan Harian Lintas Bogor

Transaksi Pameran MTQ Semarang Rp2,4 M, Kontrak UMKM Rp7,54 M

Transaksi Pameran MTQ Semarang Rp2,4 M, Kontrak UMKM Rp7,54 M

ETH Melompat 7,41 Persen, Kini Sentuh USD 2.633

ETH Melompat 7,41 Persen, Kini Sentuh USD 2.633