Antrean Pertalite di Balikpapan Mengular, Pemkot Siapkan Lima Titik SPBU untuk Urai Kepadatan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:30:02 WIB
Wali kota dan jajaran Forkopimda menggelar rapat koordinasi untuk membahas skema teknis penguraian antrean kendaraan di SPBU Balikpapan.

BALIKPAPAN — Rapat koordinasi yang digelar di Auditorium Balai Kota Balikpapan pada Jumat (14/8/2026) itu membahas skema teknis penguraian kepadatan kendaraan di SPBU. Wahyudi Anas, yang hadir dalam rapat tersebut, menyebutkan bahwa lima titik SPBU telah dipersiapkan untuk menjadi bagian dari solusi jangka pendek atas persoalan antrean yang memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan.

Lima Titik SPBU Disiapkan, Berapa Kapasitasnya?

Meski belum merinci lokasi kelima SPBU yang dimaksud, keputusan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tidak ingin persoalan antrean BBM dibiarkan berlarut. Kelima titik tersebut diharapkan mampu menyerap sebagian volume kendaraan yang selama ini menumpuk di SPBU-SPBU pusat kota.

Skema ini juga melibatkan koordinasi lintas instansi. Kehadiran Forkopimda dalam rapat tersebut menunjukkan bahwa pengamanan dan kelancaran distribusi menjadi perhatian bersama, bukan hanya tugas Pertamina atau pihak SPBU semata.

Mengapa Antrean Pertalite Mengular di Balikpapan?

Fenomena antrean panjang pembelian Pertalite di Balikpapan bukan kali ini saja terjadi. Pola yang sama kerap muncul saat pasokan di tingkat agen mengalami keterlambatan atau ketika terjadi lonjakan permintaan pada akhir pekan.

Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan sebagian pengguna yang membeli dalam jumlah besar, sehingga mempercepat habisnya stok di tangki pendam. Akibatnya, kendaraan yang datang belakangan harus menunggu giliran lebih lama, dan antrean pun merembet hingga ke badan jalan.

Apa Langkah Selanjutnya dari Pemkot Balikpapan?

Setelah rapat koordinasi ini, langkah berikutnya adalah memastikan kelima titik SPBU tersebut benar-benar siap beroperasi dengan pasokan yang memadai. Pemerintah kota juga diharapkan segera mengumumkan lokasi-lokasi tersebut kepada publik agar masyarakat bisa mengatur ulang rute pembelian.

Koordinasi dengan pihak penyedia BBM juga menjadi kunci agar pasokan di lima titik baru ini tidak justru menciptakan antrean baru di lokasi lain. Jika skema ini berjalan, diharapkan kemacetan akibat antrean kendaraan di sekitar SPBU bisa ditekan secara signifikan.

Belum ada kepastian kapan kelima SPBU cadangan itu mulai beroperasi. Namun, keputusan yang diambil dalam rapat bersama wali kota dan Forkopimda itu menjadi dasar kuat bagi percepatan realisasi di lapangan.

Tags

Terkini